Tampilkan postingan dengan label AKUNTANSI INTERMEDIATE I. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AKUNTANSI INTERMEDIATE I. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 September 2013

Power Point Skousen - Intermediate Acc 15th edition English Version


Setelah sekian lama tidak melakukan update, kali ini saya akan mengeshare Power point Intermediate Accounting yang saya miliki, tapi ingat ini versi bahasa inggris yang terdiri dari 21 Power point. Untuk koleksi saya yang lainnya tetap stay di blog ini. Semoga bermanfaat ya bro.. Tinggalkan itu anggapan anak accounting sebagai orang yang lemah, cupu, dan berkaca mata, anak akuntansi sekarang adalah ana akuntansi yang bugar, sehat, gaul, dan tidak pakai kaca mata.. kalau terpaksa juga ngga apa2.. 


LINK Download

Selasa, 15 Mei 2012

IFRS First Time Adoptions

Oleh: Harry Andrian Simbolon., SE., M.Ak., QIA
Target waktu implementasi IFRS di Indonesia tinggal hitungan bulan lagi, direncanakan  Indonesia akan Full convergence pada tanggal 1 Januari 2012. Namun pada kenyataannya sampai dengan saat ini IFRS 1: First Time Adoption sama sekali belum diadopsi oleh IAI. Beberapa perusahaan besar di Indonesia malah sudah lebih dulu meng-hire konsultan ternama untuk mengantisipasi first time adoption IFRS ini di perusahaannya. Dalam paparan singkat ini saya mencoba membagi isi dari IFRS 1, semoga bermanfaat bagi para pelaku  Akuntansi di Indonesia.
IFRS 1 berisi panduan bagaimana sebuah entitas harus mengimplementasikan perubahan dari standar akuntansi lokal (di Indonesia disebut dengan PSAK) kepada standar akuntansi internasional (IFRS). Salah satu alasan utama dalam mengeluarkan standar baru ini adalah bahwa perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa Eropa diharuskan membuat laporan keuangan mereka berdasarkan IFRS sejak tahun 2005 dan seterusnya. Standar tersebut dimaksudkan untuk meyakinkan bahwa laporan keuangan IFRS pertama sebuah entity mengandung informasi yang berkualitas tinggi yang transparan kepada pengguna dan dapat diperbandingkan di seluruh periode yang disajikan dan menyediakan titik awal yang tepat untuk memulai akuntansi berbasis IFRS.
Dalam melakukan transisi ke IFRS, sebuah Entitas  harus menentukan kebijakan akuntansi yang sesuai dengan IFRS pada tanggal pelaporan untuk laporan keuangan IFRS entitas tersebut. Entitas harus menyesuaikan kebijakan-kebijakan akuntansi yang pernah dibuatnya untuk comply kepada aturan yang dipersyaratkan oleh IFRS. Itu artinya perangkat kebijakan akuntansi sebuah entitas harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum entitas itu menerapkan IFRS.
Sebuah Entitas juga harus membuat laporan posisi keuangan IFRS pembuka pada tanggal transisi IFRS. Tanggal transisi IFRS adalah awal periode dimana sebuah entitas menyajikan informasi komparatif berdasarkan IFRS dalam laporan keuangan IFRSnya. Sebagai contoh, bila berdasarkan target IAI Indonesia akan full convergencepada 1 Januari 2012, itu artinya pada laporan keuangan akhir tahunnya per 31 Desember 2012 semua perusahaan di Indonesia harus membuat laporan keuangan komparatif per 31 Desember 2011 juga, dan juga harus menyajikan laporan posisi keuangan (hanya laporan posisi keuangan saja) pada awal periode komparatif yaitu per 1 Januari 2011. Sehingga dalam contoh ini tanggal transisi IFRS adalah tanggal 1 Januari 2011 (dalam IFRS 1, tanggal ini disebut dengan laporan posisi keuangan IFRS pembuka  (opening IFRS statement of financial position)). Penerapan mundur ini disebut dengan istilah retrospektif.
Dalam membuat laporan posisi keuangan IFRS pembuka, IFRS 1 menyatakan bahwa sebuah entitas diharuskan:
  1. Mengakui semua aset dan liabilitas yang diakui berdasarkan IFRS.
  2. Tidak mengakui item-item sebagai aset dan liabilitas jika IFRS tidak mengizinkannya.
  3. Reklasifikasi item-item yang telah diakui berdasarkan GAAP sebelumnya sebagai satu jenis aset, liabilitas atau komponen ekuitas, tetapi berbeda jenis aset, liabilitas atau komponen ekuitas berdasarkan IFRS.
  4. Menggunakan IFRS dalam mengukur semua asset dan liabilitas yang diakui.
Dalam menyajikan laporan posisi keuangan IFRS pembuka ini, kebijakan akuntansi yang digunakan sebuah entitas mungkin berbeda dengan yang digunakan pada tanggal yang sama menggunakan GAAP sebelumnya. Hal ini akan menghasilkan adjustment yang akan diakui secara langsung dalam laba ditahan pada tanggal transisi. (karena adjustment tersebut dihasilkan dari kejadian dan transaksi sebelum tanggal transisi IFRS).
Ada beberapa hal yang dibebaskan dalam IFRS 1 yang tidak harus diterapkan retrospektif. Beberapa hal tersebut adalah:
Kombinasi bisnis
Kombinasi bisnis (IFRS 3) tidak diterapkan secara retrospektif karena (a) Kombinasi bisnis menghasilkan klasifikasi yang sama (contoh Akuisisi, penyatuan kepentingan) seperti Laporan keuangan dalam GAAP sebelumnya. (2) Semua asset dan kewajiban telah diakui. (3) Item-item yang tidak memenuhi IFRS harus dikeluarkan dari laporan posisi keuangan IFRS pembuka, contohnya aset tak berwujud yang sebagiannya tidak sesuai dengan persyaratan IFRS dapat direklasifikasi sebagai goodwill. Dan (4) Nilai tercatat goodwill dalam laporan posisi keuangan IFRS pembuka adalah sama dengan nilai tercatat berdasarkan GAAP sebelumnya.
Aset tetap
Aset tetap (IAS 16) dikecualikan karena entitas dapat melakukan revaluasi menggunakan GAAP sebelumnya sebagai deemed cost nya (deemed cost adalah nilai yang digunakan sebagai pengganti untuk beban dan beban depresiasi pada tanggal yang ditentukan).  Pengecualian ini juga berlaku untuk Properti Investasi (IAS 40) dan aset tak berwujud yang memenuhi kriteria revaluasi di IAS 38.
Imbalan kerja
Berdasarkan IAS 19, sebuah entitas dapat memutuskan menggunakan pendekatan koridor dan pendekatan komprehensif lainnya dalam mengukur kuntungan/kerugian aktuarial. Pendekatan koridor sudah terdapat dalam GAAP sebelumnya sehingga dikecualikan.
Perbedaan translasi kumulatif
Sesuai dengan IAS 21, pengecualiaan ini menyatakan bahwa perbedaan translasi kumulatif untuk semua operasi luar negeri dianggap nihil pada tanggal transisi.
Instrumen keuangan majemuk
Contoh instumen keuangan majemuk adalah convertible bond. IAS 32 mensyaratkan convertible bond dipisah (mana yang menjadi bagian ekuitas dan mana yang menjadi bagian liabilitas). Jika komponen liabilitasnya tidak lagi beredar pada tanggal transisi maka pemisahan tersebut tidak diperlukan lagi.
Penentuan instrumen keuangan yang diakui sebelumnya
Berdasarkan IAS 39, ketika instrumen keuangan diakui pertamakalinya, mereka harus ditentukan sebagai asset keuangan atau kewajiban keuangan yang diukur  pada nilai wajar melalui laporan laba rugi atau sebagai tersedia untuk dijual. Sebuah entitas dapat menggunakan penentuan tersebut pada tanggal transisi
Transaksi Pembayaran berbasis saham
Entitas tidak disarankan  untuk menerapkan IFRS 2 untuk (1) instrumen ekuitas yang yang diperoleh dan berakhir (vested) sebelum tanggal transisi IFRS; dan (2) liabilitas yang muncul dari transaksi berbasis saham yang diselesaikan sebelum tanggal transisi IFRS.
Selain dari yang dibebaskan di atas, ada juga yang dilarang oleh IFRS untuk diterapkan retrosepktif yaitu:
  1. Penghentian pengakuan aset keuangan dan kewajiban keuangan. IAS 39 diterapkan retrosepktif sejak 1 Januari 2001 (tanggal efektif). Itu artinya bahwa aset keuangan dan kewajiban keuangan yang dihentikan pengakuannya berdasarkan GAAP sebelumnya sebelum tanggal ini tidak boleh diakui.
  2. Akuntansi lindung nilai. Akuntansi lindung nilai hanya diterapkan sejak tanggal transisi IFRS.
  3. Estimasi. Estimasi yang dilakukan berdasarkan IFRS pada tanggal transisi harus sama dengan estimasi berdasarakn GAAP sebelumnya, kecuali jika ada bukti objektif bahwa estimasi tersebut adalah error.
Sebagai akibat transisi tersebut, entitas juga diharuskan mengungkapkan dampak perubahan yang terjadi dalam laporan keuangannya. Entitas harus menjelaskan dampak transisi dari GAAP sebelumnya ke IFRS dalam laporan posisi keuangan, kinerja keuangan dan arus kas dengan menyediakan rekonsiliasi ekuitas dan laba rugi.

Download Power Point Intermediate Accounting IFRS Editions (spesial Bahasa Indonesia)




Akhirnya menyempatkan diri dari beberapa kesibukan untuk posting beberapa hal-hal yang berguna di blog ini. di sini saya akan posting Download Power Point Intermediate Accounting IFRS Editions (spesial Bahasa Indonesia), kenapa ini penting karena sesuai standart Akuntansi sekarang sudah tidak menggunakan SAK maupun GAAP lagi. karena kita telah beralih ke IFRS Editions, untuk itu diperlukan sebuah pembelajaran yang berbasis IFRS pula..

Namun sayangnya Intermediate Accounting berbasis IFRS editions yang beredar saat ini masih menggunakan bahasa inggris, tidak semua orang dapat memahaminya apalagi yang digunakan adalah bahasa inggris akuntansi. maka itu saya sediakn link untuk download versi bahasa Indonesianya.
semoga berguna, berikut chapter 1-3 untuk selanjutnya akan saya Update.. sebelumnnya maaf jika translatenya belum memenuhi standart.. hehehh..

Chapter 1 (Standar Akuntansi)

Chapter 2 (kerangka konseptual Akuntansi)

Chapter 3 (Siklus Akuntansi)


Read more: http://adycenter.blogspot.com/2012/03/download-power-point-intermediate.html#ixzz1ux9KJaFC

LAPORAN ARUS KAS





Laporan arus kas berguna bagi pemakai laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan menggunakan arus kas tersebut. Laporan Arus Kas memungkinkan para pemakai laporan keuangan untuk mengevaluasi perubahan dalam aktiva bersih perusahaan (termasuk likwiditas dan solvabilitas) dan kemampuan untuk mempengaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam rangka adaptasi dengan perubahan keadaan dan peluang. Informasi arus kas juga memungkinkan para pemakai mengembangkan modal untuk menilai dan membandingkan nilai sekarang dari arus kas masa depan (future cash flows).

Arus kas dapat disusun dengan menggunakan salah satu dari dua metode berikut ini :
a. Metode langsung, dengan metode ini kelompok utama dari penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto diungkapkan.

b. Metode tidak langsung, dengan metode ini laba atau rugi bersih disesuaiakan dengan mengoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas, penangguhan (deferral) atau akrual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi masa lalu dan masa depan, dan unsure penghasilan atau beban yang berkaitan dengan arus kas investasi atau pendanaan.

Bentuk laporan arus kas, untuk kedua metode di atas seperti disajikan dalam ilustrasi berikut ini.
Metode langsung

HANI’S LAUNDRY
Laporan Arus Kas
Untuk Periode yang Berakhir 31 Januari 2008
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
              Penerimaan kas dari pelanggan                                    Rp.       xx
              Pembayaran kas kpd pemasok atau karyawan Rp.       xx
              Kas yang dihasilkan dari operasi                                          Rp.       xx
              Pembayaran bunga                                                                  Rp.       xx
              Pembayarn pajak penghasila                                                    (Rp.     xx)      
              Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi                                Rp.       xx

Arus Kas dari Aktivitas Investasi
              Hasil dari pejualan aktiva tetap                                    Rp.       xx

              Penerimaan Bunga                                                       Rp.       xx
              Penerimaan deviden                                                    Rp.       xx
              Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi                               Rp.       xx

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
              Hasil dari pinjaman jangka panjang                              Rp.       xx
              Pembayaran hutang                                                     (Rp.     xx)
              Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan                                      Rp.       xx
Kenaikan bersih kas atau setara kas                                                      Rp.       xx
Kas atau setara Kas awal periode                                                         Rp.      xx
Kas atau setara Kas akhir periode                                                        Rp.      xx




Metode tidak langsung
HANI’S LAUNDRY
Laporan Arus Kas
Untuk Periode yang Berakhir 31 Januari 2008
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
         Laba bersih sebelum pajak dan pos luar biasa      Rp.       xx
         Penyesuaian :
         Penyusutan                                                          Rp.       xx
         Beban bunga                                                       Rp.       xx
         Laba bersih sebelum perubahan modal kerja               Rp.       xx
         Kenaikan piutang                                                 (Rp.     xx)
         Penuruan persediaan                                                        Rp.       xx
         Penurunan utang jk pendek                                              (Rp.     xx)
         Kas dan Hasil Operasi                                                                 Rp.       xx
         Pemabayaran bunga                                                                     (Rp.     xx)
         Pembayaran PPh                                                             (Rp.     xx)
         Arus Kas dari Aktivitas Operasi                                                Rp.      xx

Arus  Kas dari Aktivitas Investasi
         Hasil dari penjualan aktiva tetap                           Rp.       xx

         Penerimaan Bunga                                                           Rp.       xx
         Penerimaan deviden                                                         Rp.       xx
         Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi                           Rp.       xx

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
         Hasil dari pinjaman jangka panjang                                   Rp.       xx
         Pembayaran hutang                                                          (Rp.     xx)
         Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan                                          Rp.       xx
Kenaikan bersih kas atau setara kas                                                      Rp.      xx
Kas atau setara Kas awal periode                                                         Rp.      xx
Kas atau setara Kas akhir periode                                                        Rp.      xx


Tujuan utama laporan arus kas adalah menyediakan informasi
yang relevan mengenai penerimaan dan pembayaran kas sebuah
perusahaan selama suatu periode. Rincian pengeluaran dan penerimaan
kas di dalam laporan arus kas dapat dibedakan menjadi tiga aktivitas,
antara lain:
1. Aktivitas Operasi (operating activities)
Aktivitas ini meliputi segala aktivitas bisnis perusahaan yang
berhubungan baik secara langsung, maupun tidak langsung dengan
kegiatan operasional pokok atau yang utama dari perusahaan, yaitu
dari transaksi yang digunakan untuk menentukan laba bersih.

2. Aktivitas Investasi (investing activities)
Aktivitas ini meliputi segala kegiatan yang berhubungan dengan harta
(assets) yang terdapat pada neraca.

3. Aktivitas Pembiayaan (financing activities)
Aktivitas ini akan memiliki kaitan dengan segala transaksi atau proses
aktivitas bisnis suatu perusahaan yang mempengaruhi pos-pos
kewajiban dan ekuitas pemilik.

Para investor biasanya terlebih dahulu akan memperhatikan
laporan arus kas dibandingkan laporan laba rugi (income statement). Hal
ini dikarenakan kas adalah tergolong harta lancar yang tingkat
likuiditasnya paling tinggi diantara semua harta lancar. Karena tingkat
likuiditasnya paling tinggi, maka kas tersebut dapat dengan segera
melunasi segala kewajiban yang ada pada perusahaan terhadap investor.
Dengan kata lain, dalam keadaan yang paling buruk, sejauh mana
perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnisnya dapat melunasi
kewajibannya, dapat diukur dengan seberapa besar nilai kas yang ada
pada laporan arus kas-nya.


Read more: http://adycenter.blogspot.com/2012/04/laporan-arus-kas.html#ixzz1uvqkPZ7p

Bagaimana Membuat Laporan Arus Kas melalui Neraca Komparatif?


Pada dasarnya tidaklah mugkin kita dapat menyusun lapaoran arus kas tanpa laporan laba rugi, namun itu dapat kita lakukan dengan bantuan Neraca yang komparatif yaitu neraca yang membandingan aset dan kewajiban tahun lalu dan tahun sekarang. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas bagaimana membuat Laporan Arus Kas melalui neraca komparatif. Pada dasarnya ketika kita sudah memiliki neraca komparatif kita tidak dapat membuat laporan arus kas secara langsung kita tetap membutuhkan catatan atas laporan keuangan ataupun keterangan-keterangan tambahan yang mendukung kita untuk membuat neraca komparatif.

Berikut adalah Neraca komparatif untuk ADY COMPANY:
ADY COMPANY
Balance Sheet Comparative
December 2009 and 2010
(In Milion USS)




2010
2009
ASSET

Cash
386
320
Accoun receivable
215
300
Marchandise Inventory
345
189
Prepaid Expense
19
10
Property, Factory, Equipment
2456
2212
Accumulated Depreciations
-900
-982
Total Asset
2521
2049


LIABILITIES AND SHAREHOLDER EQUITY

Account Payable
910
740
Interest Payable
123
89
Tax Income payable
456
567
Bonds Payable
321
178
Common Stock
245
200
Retained Earning
455
400
Total Liabilities and Equity
2510
2174
Informasi-informasi sebagai berikut untuk melengkapi laporan keuangan ADY COMPANY:
  1. Deviden yang dibagikan untuk tahun 2010 senilai $ 78.
  2. Aktiva tetap dijual pada nilai bukunya sebesar $ 234. Harga perolehan adalah $ 320.
  3. Semua utang usaha berhubungan dengan pembelian.
  4. Semua pembelian aktiva tetap dilakukan dengan pembayaran kas.

Susunlah Laporan ARUS KAS untuk tahun 2010?

  • Langkah pertama kita harus mencari Laba bersih dahulu untuk itu kita dapat menggunkan bantuan buku besar dan memasukan akun yang sudah tersediia.

  • Net Income = (455+78)-400
  • Net Income = $ 133

  • Depresiasi Asset Tetap
  • Depreciations Expense=(982-86)-900

    Depreciations Expense = $ 4



hj


Read more: http://adycenter.blogspot.com/2012/04/bagaimana-membuat-laporan-arus-kas.html#ixzz1uvonoImq

 
Design by Adyponiady | Bloggerized by Adyponiady - AdyCenter | Adyponiady, Medan Indonesia